DIA YANG BERBINGKAIKAN CARUT

Posted: August 17, 2010 in Cerita 1 Halaman, cerita kilat, Fiksimini, short story, Uncategorized
Tags:

“DIA YANG BERBINGKAIKAN CARUT. Bekas sayatan di pelipis, dari ayahku. Jahitan di ujung bibir dari ibuku. Dan lubang besar di hati, maha karyamu”

“Cyiiiiin, si tahulah-siapa itu mau fitting bentaran lagi trus minta desain baru lagi bo.. Rempong!”

“Lu tau ga sih, lakinya kagak jelas siapa. Tiba-tiba dah beranak. Kegatelan tu pecun!”
_ _ _

Dia mematut-matut dirinya di cermin. Semakin lama semakin muak. Ia tergugu. Rumah ini terlalu besar. Tak ada yang bisa mendengar tangisnya.
_ _ _

Channel 3
“Saya ini papanya, masa dia nggak mau ngakuin? Mentang-mentang sudah ngetop. Kaya raya”

Channel 8
“Dia itu dekat sekali dengan saya, bakat aktingnya sedari kecil sudah kelihatan…”

Harian Pagi
“ARTIS DURHAKA TAK MENGAKUI AYAH KANDUNGNYA YANG CACAT”
_ _ _

Dibelainya rambut putrinya. Dikecupnya dahinya lembut, “Ini waktu Tiara ulang tahun ke-2. Cantik ya?”

Air mata manggenang di pelupuk matanya. Masa kecilnya tanpa pesta ulang tahun, apalagi album cantik berpita pink.
Ada sayatan di pelipis, jahitan di ujung bibirnya

Comments
  1. Oddie says:

    Dimulai dengan dialog rempong,
    diakhiri dengan plot miris.

    yang baca hatinya ikutan carut marut🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s