TAKDIR DALAM LAMPION

Posted: August 17, 2010 in Cerita 1 Halaman
Tags:

“TAKDIR DALAM LAMPION. Induk Laron. Bayi Cicak”

Mereka duduk berhadapan. Dalam diam. Yang satu sibuk menata kata. Satunya lagi riasan.

Yang muda terus berketak ketuk di netbooknya. Sesekali melirik yang tua yang asyik menjajal maskara baru dan bereksperimen dengan warna gincu.
Nggak tahan juga. “Tiketku sudah oke semua, ma. Minggu depan aku balik Seattle”
Tak ada reaksi.
“Ma?”

Masih nggak digubris.
“Kenapa sih ngotot suruh aku pulang?”

Yang tua mengulangi poles gincu di bibirnya. Lalu seperti terburu-buru, meneguk tandas oolong tea yang baru diseduhnya. Tangannya merogoh-rogoh kantong dasternya. Lalu, “Brakkkk”. Tubuh tua itu jatuh di hadapannya. Di tangan keriputnya, remasan kertas bertuliskan “Kuburkan mama seperti ini. Cantik, persis sepertimu”

Comments
  1. Oddie says:

    Ending-nya sempurna!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s