TENTANG RINDU DALAM ROKOK SESOREAN

Posted: August 17, 2010 in 15topik, Cerita 1 Halaman
Tags:

“ROKOK SESOREAN. Pemantik menjentikkan terik. Terbakar rindu. Dihisap cemburu. Tercecer di antara lintingan asap”

Bungkus ke-3.
Di hisapnya rokoknya dalam-dalam. Tangannya menggapai-gapai ujung tempat tidur. Blackberry. Tak ada pesan darinya.
Hanya Broadcast Message yang mengantri untuk di buang ke laut.

“Kamu harus percaya padaku” kata-katanya mendengung seperti lebah di kupingnya. Menyebalkan. Bagaimana bisa percaya. Kabar terakhir darinya cuma sesubuh tadi.

Bungkus ke-4. Matahari mulai menghilang di balik punggung langit. “Jangan coba hubungin aku”. Kali ini kata-katanya mendesis seperti ular di lehernya. Mencekik. Ngangenin.

Bungkus ke-5. Kantuk mulai iba padanya. “Aku cuma cinta sama kamu”. Kata-katanya merayap naik menggelitiki pusarnya. Dia datang juga. Kain pantai fuschianya tersingkap. Mereka berpagutan di mana-mana. Panas. Semakin panas.

***
Polisi menemukan jasad yang habis terpanggang api, telungkup di atas kasur. Puntung rokok di tangan kirinya. Blackberry di kanan.

***
Seorang gadis ditemukan mati mengenaskan. Kain fuschia di antara pucat kulit lehernya.

Comments
  1. Oddie says:

    dan kalimat ini sangat mencuri:
    “Cuma Broadcast Message yang mengantri untuk di buang ke laut..”

    Awesome!

  2. gagarong says:

    bagus bgt..
    Tapi ngeri jg bacanya :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s