SAAT KAU LEPAS SUMPIT DI CEPOL RAMBUTMU

Posted: August 18, 2010 in 15topik, Cerita 1 Halaman
Tags:

“KAU BUKA SUMPIT DI CEPOL RAMBUTMU. Kulihat kamu, bukannya dia si penyuguh gelinjang”

Malam kemarin, seperti biasa, aku menunggunya di sini. Seorang pria berperut panci keluar dari bilik nomor 3. Menghampiri mejaku dan mengeluarkan beberapa lembar ratusan ribu dari dompetnya. Tak lama, ia menyusul keluar. Rambutnya tergerai, berhenti tepat sebelum lekuk pinggulnya. “Gerah!” cetusnya, sembari mencepol rambutnya dan menusukkan sumpit pada cepolnya.

Suaranya renyah, tawanya lepas. Tapi mereka tak tahu itu. Di hadapan mereka, ia tak lebih dari sekedar penyuguh gelinjang dengan payudara 34C.

Mungkin kalian bertanya, bagaimana rasanya menunggui kekasihmu, yang di belakang sana sedang ditunggangi laki-laki lain, atau bahkan dia di atas mereka. Berganti-gantian.

Malam ini ia tidak beranjak keluar dari bilik nomor 3, menertawakan kebrengsekan para pelanggan, berbagi cemilan, menyeruput es sirup dari gelasku. Malam ini seorang istri sakit hati mencongkel mata coklatnya dan merajam dadanya yang ranum berkali-kali. Malam ini aku tetap setia, menunggunya di sini. Di meja pembayaran rumah bordil keparat ini, sampai mereka semua, membayarnya lunas

Comments
  1. Oddie says:

    Wowwwww mantap!
    Kalimat-kalimatnya it’s so youuuuuuuu
    Asik keren!

    Selamat atas kesuksesan mewarnai cerita ini dengan gambar sumpit! hahahaha

  2. Veda says:

    Pren,kerennnnn,gw suka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s