LELAKI BERTOPI DARI SETAHUN YANG LALU

Posted: August 21, 2010 in Cerita 1 Halaman
Tags:

“TOPI DI TEMPURUNG OTAKNYA. Merapal kata tenar. Nanar…”

Matahari mulai mengantuk. Senja menyediakan alas tidurnya, kalem seperti biasa. Sama seperti lelaki berkaos putih di ujung jalan itu. Lelaki yang bertahun-tahun menunggu gilirannya mengenakan topi ketenaran.

Karnaval itu penuh sesak. Tak ada atraksi di sana. Hanya sebuah topi yang menanti untuk dikenakan.
Dan sebuah pertumpahan darah untuk menentukan pemenangnya. Makin pilu erang minta ampun, sorak sorai pun menjadi. Satu persatu lawannya tumbang. Bermandikan darah, ia terseok pulang. Topi ketenaran di kepalanya.

Setahun berlalu..

Matahari mulai mengantuk. Senja menyediakan alas tidurnya. Kalem seperti biasa. Lain halnya dengan seorang lelaki bertopi di ujung jalan. Ia meracau tentang jerih payah, harga diri dan harga mati. Bajunya tak putih lagi, dekil dan koyak seperti topinya. Topi ketenaran.
Sepasang remaja berkawat gigi melewatinya sembari mengumpat. Rombongan wanita bersasak berbisik2 di antara tatap menghujat. Orang-orang yang sama, yang bersorak sorai mengelukannya, di karnaval, setahun yang lalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s