AKU SI KEKASIH MALAM

Posted: August 22, 2010 in 15topik, Cerita 1 Halaman
Tags:

-KAMU YANG MENGADUK PALET WARNA PADA KENINGKU . “Bekal mimpimu”, katamu sembari mengemasi gemintang-

Asal saja kubolak-balik novel perjalanan itu.  Membaca untuk membunuh waktu nggak berlaku buatku. Waktu lebih cekatan meletakkan pelatuknya di pelipisku. Seperti senja ini. Ingin rasanya menurunkan paksa matahari layaknya kerai beranda.


1800
Sudah waktunya. Kusambar syalku lalu menghambur ke luar rumah. Menjemputmu. Aku benci menunggu, tapi itulah yang kulakukan setiap hari, bertahun-tahun, setelah kamu tercuri pagi, sepagian, sesiangan, sesorean. Menunggu! Bukan hal mudah menjadi kekasihmu.

Kamu berdiri di pojok jalan yang sama. Tas besar di pundakmu, pastilah gemintang isinya. Aku paling suka kamu ajak menata gemintang, karena bebas merunutnya jadi sesuatu yang kumau, sesukaku. Asyik! Pernah aku menuliskan namamu dan namaku. Indah. Misterius. Bahkan kamu pun tak bisa membacanya di antara runutan gemintangku.

Kutubruk kamu. Kangen! Kamu mengecupku. Eh, ada seseorang bersamamu. Temanmu? Alangkah tak sopannya kamu, tak kunjung memperkenalkannya padaku. Dia juga diam saja. Mungkin sedang menghitung pasir di aspal. Wajahnya tertutup tudung jaketnya.

Tiba-tiba kamu berlutut, meletakkan kotak beludru berwarna biru di telapak tanganku. Tanpa kata-kata. Hanya kedua alismu yang bergerak naik “?”. Aku melompat-lompat norak. Mengangguk-angguk sampai pegal lalu menubrukmu.
Temanmu yang sok misterius itu mengangguk padamu.

GELAP.

“Selamat bergabung, sayang”,  Suaramu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s