KUMPULAN FIKSIMINI

Posted: August 29, 2010 in Fiksimini
Tags:

@fiksimini “Ku..ku..kunci..ranmu lepas!!”.Masih dalam posisi berlutut, tangan perempuan itu panik menutupi kepalanya yang plontos #fiksimini

@fiksimini CANGKIR KOSONGKU DAN AKU. Membunuhnya dalam waktu seteguk. Memori dan antek laknatnya, Rindu
#fiksimini

@fiksimini TERCEKAT. Padahal dia begitu dekat. Kata-kata lupa kuisi ulang #fiksimini

@fiksimini KEPUL PERIUK. “Cuma air nak. Sini, ibu dongengkan tentang jagoan yang pandai menahan lapar” #fiksimini

@fiksimini Editor muda itu menatapnya sengit “ini kan kertas kosong!” | “Makanya saya mempercayakannya pada anda untuk diedit” #fiksimini

@fiksimini KEBOCORAN AKUT DI KATUP HATINYA. kemanapun pergi sebotol, dua botol kekasih harus serta #fiksimini

@fiksimini KATA MEREKA. Aku sudah mati. Dikubur. Ditangisi. Lalu kenapa sekarang aku disuruh menjemput mereka semua? Ke mana? #fiksimini

SESUATU YANG DIRAPALNYA NANAR. Tadinya ia bahagia, dicintai tanpa harus tampan. Tenar, itu kata yg susah payah dirapalnya #fiksimini

@fiksimini SEBOTOL LAGI SESALKU. Demikian janjiku padanya, setahun kemarin. Lalu maut menenggak dia, bukannya aku #fiksimini

@fiksimini BERHENTI BERPAGUTAN DI SINI! lelah ku berkobaran tiap kau buat cemburu| Lilin itu nyaris membakar ujung gaunku yg tanggal

@fiksimini SEHARUSNYA KAMU TAHU. Di mana harus menenggakku, menghirup dan menyuntikku. Lihat, sakauku makin menjadi #fiksimini

@fiksimini PENYERANTA DI RAK BERDEBU. Merindu getar. Tangisi waktu #fiksimini

@fiksimini KAMU YANG MENGULUM TENANG, memindahkannya padaku sampai jadi gaduh ranjangku #fiksimini

@fiksimini Kulihat ia memasukkan tenang dalam kantong. Bersiulan menyeberangi jalan. Lalu “Braaak!”. Tenang menguap lebar sekali #fiksimini

@fiksimini GANTI NAMA. Oh ini tenang yg kamu jual habis-habisan? Waktu ku beli dulu, mereka menamainya JENUH #fiksimini

@fiksimini MANA MUNGKIN. Bibirmu yang mengucap tenang. Degupku makin kencang dalam dekap #fiksimini

@fiksimini DI BAWAH REPLIKA GEMINTANG. Kami merapalkan tenang di antara butiran pil senang. Ia menang #fiksimini

@fiksimini Kusembunyikan sakau di bawah lidahku. Dia melumatku, kamu yang kumau #fiksimini

AKU YANG PURA-PURA SAKAU. Kamu tertipu. Aku serakah. Mau kamu, lagi dan sekarang! #fiksimini

PINDAH TANGAN. Kau seruput gigilku berkecup-kecup. Menenggaknya tanpa henti. Nih, ambil sakaunya! #fiksimini

@fiksimini SELENTINGAN YANG TERPELANTING. Pribadi di balik lintingan identitas. Yang sakau terpuaskan #fiksimini

@fiksimini PONDOK KECIL DI TEPI SUNGAI. Desingan dan lengkingan sahut menyahut. Airpun merah gulali #fiksimini

@fiksimini PESAN GULALI. Pelan-pelan saja menjilatku. Aku pun ingin meraba-rasai hangat lidahmu. Tertanda, gulali #fiksimini

@fiksimini Perempuan bertubuh gulali itu melingkar di tiang dansa. Penonton semakin mengembang seiring putarannya #fiksimini

@fiksimini Saat ditanya kenapa, pedagang gulali itu hanya terkekeh. Dada putrinya terburai. Karamel menggenang harum #fiksimini

@fiksimini Kota kecil itu semakin sepi. Ada warna kebiruan pada gulali buatannya, di antara warna merah yang memekat #fiksimini

@fiksimini Antrian semakin panjang. Tukang gulali mulai kewalahan. Pilkada seminggu lagi #fiksimini

@fiksimini Cantiknya pura-pura. Pujianku pun pura-pura. Kami lalu tergelak, pura-pura #fiksimini

@fiksimini Perempuan itu sibuk memahat hidung dan dagu yang molek sempurna. Putrinya yang membiru tak lagi buruk rupa #fiksimini

@fiksimini cantik? Beli! #fiksimini

@fiksimini Wajahnya memang cantik, tingkahnya saja yang antik! #fiksimini

@fiksimini KETIKA DIAM BUKANLAH EMAS. “Aku cantik sekali ya?.. Mas? .. Maaaas?”| “Namaku Bara, kamu lupa atau bodoh?” #fiksimini

@fiksimini CALL CENTER. Sisa limit kecantikan anda tinggal -kosong-lima-tahun- lagi. Reparasi minimum sejumlah -kosong-tujuh-hari.#fiksimini

@fiksimini Stop panggil aku begitu! Kata itu justru membuatku tak merasa begitu. Kalau aku memang begitu, nikmati ituku #fiksimini

@LVCBV: @fiksimini Namanya Ayu. Hanya tamparan dan sundutan rokok yang sanggup puaskannya. Dan, sssshh..jangan panggil namanya #fiksimini

@fiksimini ..dan kau kan dikutuk jadi cantik, hidup bahagia selamanya bersama pangeran pujaan. Cermin mulai menikmati bualannya #fiksimini

CANTIK. Pujian yang sama. Laki-laki yang lain. Penyamaran ini terlalu sukses #fiksimini

@fiksimini BUALAN TERAKHIR DARI BIBIR YANG CARUT. Cantik! | Uups, silet ini lebih tajam dari yang kukira #fiksimini

@fiksimini Kusimpul ujung kantong plastik itu kuat-kuat di batas leher jenjangmu. Parasmu menghalangi. Mau kuintip hatimu #fiksimini

@fiksimini Operasi plastik ke-19. Ia mulai lupa namanya #fiksimini

@fiksimini PERJALANAN JANJI. Terlontar seiring lengking bersin, terkumur bersama riak ludah. Cuuih! Kembali kosong.. #fiksimini

@fiksimini NAMAKU KENTUT. Ku suka membuntut. Eh, biar butut, bicaraku maut! #fiksimini

@fiksimini Ia terpaksa mengunyah tinja untuk bertahan hidup. Malang benar, ia sembelit. #fiksimini

@fiksimini RESTORAN. “Sabun ini buat apa?”| “Pencuci mulut, tuan. Tamu lain mengeluh, sepanjang malam anda berdua bicara kotor” #fiksimini

@fiksimini RESTORAN. “Udah pernah ke sini?”| “Dulu sih, diajakin sama si *biiip!*| “Stop ngomong jorok! Selera makanku hilang” #fiksimini

@fiksimini Replika gemintang. Gelak pura-pura. Cinta imitasi. Perkenalkan, saya artifisial dan kamu, sedang sial! #fiksimini

@fiksimini SAMA. Setahun lalu ia beristri. Kini bersuami. Pedihnya sama saja #fiksimini

@fiksimini Kata mereka ada ular di bawah kolong tempat tidurku. Aku tak percaya. Tidurku selalu di kasur kok. Dasar tikus! @fiksimini

HUTANG. Mereka datang, berlima. Memukulinya sampai tak bernyawa. Segepok uang di saku kanannya. Kirinya jari manis istrinya #fiksimini

@fiksimini SEKOCI TUA DI GELADAK KAPAL. Katamu aku mengada. Kulihat mereka berdesakan di dalamnya. Mencabik gapai untuk sampai #fiksimini

@fiksimini ANAK TANGGA BERGURAT KARAT. Penanda asa yang lalu lalang. Pun ingkar yang bukan kepalang #fiksimini

@fiksimini SEUTAS SENYUM DI GELADAK. Terburai bersama ingkar. Perempuan itu fana, tak dinyana #fiksimini

@fiksimini ON A FERRY BOAT. A love gone afloat. Two hearts went sinking. Noone’s blinking #fiksimini

@fiksimini NASI BUNGKUSAN DI KARDUS KOYAK. Matahari mulai tinggi. Hutang yang (lagi-lagi) tak terbayar. #fiksimini

@fiksimini Pelacur itu menjahit lipatan toganya . Wisudanya besok. Cum Laude. Terbayar, lunas. #fiksimini

@fiksimini KATA MEREKA. Aku sudah mati. Dikubur. Ditangisi. Lalu kenapa sekarang aku disuruh menjemput mereka semua? Ke mana? #fiksimini

SESUATU YANG DIRAPALNYA NANAR. Tadinya ia bahagia, dicintai tanpa harus tampan. Tenar, itu kata yg susah payah dirapalnya #fiksimini

@fiksimini SEBOTOL LAGI SESALKU. Demikian janjiku padanya, setahun kemarin. Lalu maut menenggak dia, bukannya aku #fiksimini

@fiksimini BERHENTI BERPAGUTAN DI SINI! lelah ku berkobaran tiap kau buat cemburu| Lilin itu nyaris membakar ujung gaunku yg tanggal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s