Off The Record

Posted: September 15, 2010 in Cerita 1 Halaman
Tags:

Sebenarnya mereka hanya harus bertanya kepadanya, baik-baik. Seperti Ibu… @fiksimini

Kakak dan adiknya mati, di tangannya. Persis setahun lalu.  Usianya belum lagi dua belas. Mereka bertanya-tanya, kenapa, bagaimana, dan di mana ia kubur jenazah Karim dan Karina. Kakak dan adiknya yang masing-masing hanya terpaut 2 tahun dengannya.

Sebenarnya mereka hanya harus bertanya kepadanya,baik-baik. Seperti Ibu..

Malam itu hujan turun,lebih keras dari biasa. Ia terbangun dengan perut lapar. Dengan mata yang belum lagi melihat benar, ia mengangkat tudung saji. Kosong..

Samar-samar didengarnya suara dari arah kamar Karim. Petir menggelegar dalam persekongkolan maha busuk. Karim dan Karina. Sedarah! Berdarah! Rasa lapar menyulut emosinya menandak-nandak. Lalu ibu, setengah mati meminjam senyum dari televisi untuk mengambil hatinya. Baik-baik bertanya, apa yang sempat dia lihat?  Lalu suara bola matanya yang menggelinding, terinjak gencet. Becek. Sejurus kemudian rasa nyeri yang menjilat-jilat pada kerongkongannya, lebih pekat dari cekat..

Sebenarnya mereka hanya harus bertanya kepadanya, baik-baik. Seperti Ibu..off the record.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s