DENDANG PUTRIKU

Posted: September 28, 2010 in 15topik, Cerita 1 Halaman
Tags: ,

Guru TK itu mulai gusar. Putriku terus berdendang. Lagu yang  sama. Semakin lantang. Sepagian @fiksimini

Aku menungguimu terlahir. Saat tangismu tak pecah, hatiku berserakan. Tahun berganti, dan serakan itu mendekor ulang hidupku. Kamu tumbuh besar, dan luar biasa cantik, seperti ibumu. Wanita yang dulunya sangat kucintai itu meninggalkanmu begitu saja, tanpa bercak sesal pada paras jelitanya. Mungkin hatinya tak cukup tebal mendengar sayat ucap orang lain tentangmu yang memang “berbeda”.

Pagi itu aku mengantarmu ke sekolah. Hari pertamamu. Rasa khawatir bila kamu disakiti, lebih besar dari antusiasme yang mestinya terbagi. Hatimu berpendaran di antara pekat bola matamu. Kamu sebutkan namamu, Lintang. Lalu kamu mulai berdendang di depan seluruh kelas. Lantang dan merdu, pada telingaku. Cekikik cela dan gemerisik bisik mencabik-cabik dadaku.

Aku terbangun. Memutuskan untuk tetap menikahinya, ibumu.

Comments
  1. @AndyTantono says:

    +100

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s