Boleh kupinjam lelakimu? Cuma bibir dan hangat lidahnya. Tak lebih @fiksimini

 

Tangan keduanya bersisian. Tak saling menyentuh. Jemari tangan yang satu, yang berkulit gelap, sibuk mengetuk-ketuk meja di hadapannya. Sedangkan tangan yang satu lagi, yang berkulit bening, gusar melepas pasangkan cincin di jari manisnya.

Ketukannya semakin kencang. Tangan yang berkulit sebening pualam melepaskan cincin dari jari manisnya. Cincin emas bermatakan berlian itu menggelinding. Melewati 2 cangkir kosong dan jemari berkulit gelap, lalu jatuh tepat di hadapan sepatu runcing berwarna jambon.

Tangan keduanya masih bersisian. Jemari tangan yang satu, yang berkulit gelap erat menggenggam jemari yang sebening pualam. Sepasang tangan, bergelang keroncong sewarna sepatunya, menodongkan pelatuk tepat pada dada yang berkulit gelap.

-Sejam kemudian-

Polisi dan wartawan berebut mengabadikan keduanya. Tak lagi gelap dan pualam. Ada merah yang pekat melukis hilir di antara jemari yang erat menggenggam

Comments
  1. inne says:

    Standing applause :))

  2. Dian Sonora Ardiarta says:

    Keren…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s