DUA

Posted: November 26, 2010 in Cerita 1 Halaman, cerita pendek
Tags: ,

“Aku kan sudah bilang, berkali-kali malah, nggak usah nelpon-nelponin aku terus!”

“Iya ma, tolong titip dulu Rasya. Aku belum bisa pulang sekarang”

“Ya ampun, maumu ini apa sih, nggak usah pakai Rania jadi senjatamu deh”

“Masih meeting ma, iya.. nanti aku telepon lagi sebelum Rasya tidur”

“Jangan paksa aku ngomong kasar ke kamu”

“Iya, nanti ada yang anterin aku pulang ma. Titip Rasya dulu”

“Aku pergi sama siapa bukan urusanmu lagi”

“Iya ma, ini sinyalnya putus-putus..mana Rasya?”

“Sudah sana panggilkan Rania, bilang papa mau ngomong”

“Rasya, minta oma dongengin ya, tidur yang nyenyak nak. Mama sayang kamu”

“Malam kupu-kupu cantik, papa kangen Rania. Mimpi indah ya sayang..”

Dua anak kecil di dua tempat terpisah, sama bertelut di samping tempat tidur mereka. Memohon pada Tuhan yang mereka kenal dari tangis tertahan dan senyum taat. Merapal peluk dan cium hingga kantuk datang menyelamatkan rindu.

Dua insan berbeda jenis di tempat yang sama, sama berpeluh di ranjang berkelambu. Mendikte Tuhan atas nama bahagia..

Comments
  1. ade yusuf says:

    wah keren nih.. kasih 2 jempol🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s