Lonceng gereja bertalu-talu. Angin bertiup kencang mengibar-kibarkan rambutnya yang kusam, mengeringkan pelupuknya yang mengenang genang. Diayunkannya langkahnya cepat. Sial, ia bahkan tak ingat mengenakan mantel apalagi membawa payung. Anak-anak hujan mulai berselancar di dahi dan bahunya.

Tepat di gerbang masuk, langkahnya terhenti, ia berpegangan kuat pada teralis gereja. Pria, wanita, anak-anak bergandeng-gandengan tangan, dalam gelak suka cita dan setangkup tatap beroles kasih.. Nyaris tak ada yang datang seorang diri malam ini. Ah, tentu saja, siapa yang cukup tebal hatinya menghadiri misa natal sebatang kara, dalam keadaan kumal pula sepertinya. Lampu gereja mulai dipadamkan, pekat, tanpa penat kali ini. Diusapnya pipinya, kering. Betapa ia terbiasa mengusir derai kurang ajar itu bermain-main di pelataran wajahnya.

“lilinnya?” Suara seorang wanita. Tapi dadanya terlalu sesak untuk mendongak. Matanya terlalu berat untuk membuka. Kerongkongannya lena mencekat. Jemari kaki dan tangannya tak lagi merasa. Malam kudus… sunyi senyap…bintangmu, cemerlang……

****

Lonceng gereja bertalu-talu. Angin bertiup kencang mengibar-kibarkan rambutnya yang kusam, mengeringkan pelupuknya yang mengenang genang. Diayunkannya langkahnya cepat. Sial, ia bahkan tak ingat mengenakan mantel apalagi membawa payung. Anak-anak hujan mulai berselancar di dahi dan bahunya.

Tepat di gerbang masuk, langkahnya terhenti. Pemandangan yang terlalu menyakitkan. Diputarnya tubuhnya dan melangkah cepat meninggalkan pelataran gereja. Tubuhnya basah kuyup, sayup suara lonceng menguap sesap di antara debur guntur yang membentur-bentur rongga hatinya.

Sesak itu tak tertahan lagi, pandangannya mulai menggandakan muslihat. Sedan merah berkilat-kilat. Decit nyaring, bunyi berdebum. Samar di lihatnya sepasang kaki bersepatu runcing keperakan keluar dari sedan mewah. Berlarian panik ke arahnya. Hak sepatunya mendekor ulang mozaik genang di aspal dingin. Malam kudus… sunyi senyap…bintangmu, cemerlang……

Comments
  1. creandivity says:

    Ceritanya sip mbak novi :p
    Tapi agak berat dan sendu nih ya hehehe..

  2. rina says:

    kok jadi inget kisah Si Gadis Korek Api yaa??😀

    • settingnya mungkin. Suasana natal dan bersalju? Ini terinspirasi dari Sliding Doors (british movie yang diperankan Gwyneth Paltrow).. Tentang takdir. Jalan (yang dipilih) boleh beda, endingnya akan sama. Inti dari kehidupan kan memaknai masing2 jalan yang dipilih (secara bebas dan sadar) oleh si individu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s