Kata ibuku aku harus berani bermimpi lalu harus ingat untuk bangun dan meraihnya. Pesan itu kuimani dan amini betul. Abang-abangku mencemoohku saat kupecah celengan ayamku dan membuat paspor. Usiaku baru 18. Baru saja lulus smu.

Tak bisa tidak, aku harus menjejakkan kaki di luar negeri. Malaysia saja. Tak muluk-muluk. Bertahun-tahun aku membanting tulang menjadi loper koran dan menjual brownies kukus. Dan hari itu pun datanglah, kukantongi juga tiket perjalanan ke Malaysia.

Ibu melepasku dengan haru. Abang-abangku pun tersenyum bangga. Aku melambai-lambaikan tangan dari balik kaca keberangkatan. Selanjutnya mimpilah yang melambaikan tangannya padaku dari balik meja pelaporan. “Mbak, paspornya 4 bulan lagi expired. Maaf sekali, mbak tidak bisa lagi menggunakan paspor ini”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s