Cerita Bebe

Posted: March 28, 2011 in cerita anak
Tags:

Di sebuah kota kecil bernama Tulisan, ada seorang anak lelaki yang gemar bercerita. Usianya belum genap 4 tahun. Suaranya lantang dan riang. Walaupun masih susah melafalkan huruf L dan R, Bebe, nama anak lelaki itu, tetap semangat bercerita.

Setiap kali ia bercerita, penduduk kota kecil itu mendengarkan dengan antusias. Sayangnya, tidak semuanya bisa duduk mendengarkan cerita Bebe karena kesibukan mereka masing-masing.

Satu pagi, kerumunan orang memadati toko roti di ujung jalan Huruf. Bebe sedang asyik bercerita tentang huruf M, O, B, I dan L yang berkendara melewati jalan layang baru yang menghubungkan kota Tulisan dengan kota besar bernama Buku. M si pemimpin rombongan, melaju dengan kencang. Bukan main gembiranya dia karena jalan layang itu ternyata benar-benar ‘bebas hambatan’. Tak ada lampu merah yang menentukan kapan ia boleh jalan dan berhenti. Huruf M melaju semakin kencang sembari melambai-lambaikan tangannya kepada keempat huruf lainnya yang bekejaran di belakangnya. Huruf O, B, I dan L tak kalah antusias. Keempatnya saling membunyikan klakson. Di hadapan mereka ada keempat huruf lain yang berjalan bergandengan T, R, U dan K. Tubuhnya besar sekali. Mungkin tiga atau empat kali lebih besar dibandingkan mereka berlima. M, O, B, I dan L serempak membunyikan klakson. Mereka sudah tak sabar sampai di kota Buku tapi tubuh T, R, U dan K menghalangi mereka. I yang bertubuh paling ramping dari keempat kawannya menyalip B, O dan M. Dengan mudah I juga dapat melampaui T, R, U dan K. “Hey, tunggu kami I!” M membunyikan klakson bertubi-tubi. “Kau harus tetap ada di belakang B”. Tapi I sudah melaju terlalu kencang dan tak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh M.

I sudah tak sabar untuk sampai di kota Buku yang megah dan meriah itu. Sesampainya di sana, ada 3 gerbang bertuliskan MOBIL, MOTOR dan TRUK. Ia melaju dengan pasti ke gerbang pertama. MOBIL. Di sana, seorang pak polisi yang berkumis lebat menahannya. “Maaf sekali I, kamu tidak bisa masuk kota”

“Bagaimana mungkin? “ Tanya I tak percaya. Matanya berkaca-kaca karena lelah. Perutnya bergejolak ribut saking laparnya.

“Hanya setelah M, O, B dan L ada di sini bersamamu”

Tak lama berselang, I melihat T, R,U dan K memasuki kota. T mengedipkan sebelah matanya lalu mempercepat jalannya. Tenggelam dalam semarak kota Buku. I melengos, sebal sekali.

Di saat ia mulai terkantuk-kantuk, dilihatnya M, O, B dan L memasuki gerbang kota. M melongokkan kepalanya mencari dirinya.

Walaupun lega melihat keempat kawannya, I protes juga.

“Kenapa lama sekali sih?”

“Kami tadi berhenti dulu di depot bensin, istirahat sambil mengisi perut”

I menghampiri M, O, B dan L lalu berhenti tepat di belakang B.

“Biar lambat asal sama-sama dan selamat” olok B pada I

“Iya, maafkan aku ya teman-teman. Yuk kita segera menikmati kota Buku. Pasti seru sekali. Tapi sebelumnya, maukah kalian menungguku mengisi perut?”

Belum selesai I berbicara, bunyi perutnya ikut-ikutan protes tak sabaran. Keempat kawannya tertawa lepas.

Pak Polisi ikut terbahak dan membuat kumis lebatnya naik turun seperti layar panggung boneka.

Tepuk tangan dan sorak sorai di toko roti itu membuat pipi sepasang pria dan wanita bersemu merah. Sembari menyapa beberapa pengunjung toko, mereka menerobos ke tengah toko. Menemukan Bebe dan mengecupnya lembut di dahi dan kedua pipinya.

“Sudah selesai ceritanya?”

“Sudah papi, mama, sekarang waktunya pulang kan?”

“Ya, hari sudah sore. Waktunya mandi dan…”

“Menuliskan cerita tadi kan?”

Bertiga mereka bergandengan tangan pulang ke rumah. Selepas mandi sore dan makan malam, Bebe akan menceritakan kembali perjalanan M, O, B, I dan L ke kota Buku sementara ibunya mengetikkan cerita itu untuk perpustakaan kecil di kota Tulisan. Nah, kini lebih banyak lagi orang yang dapat menikmati cerita Bebe. Kapan pun mereka mau.

Comments
  1. fikrisu says:

    Nice article….sangat inspiratif. Good luck and salam kenal yach sob…by info mesin roti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s