Mestinya sudah selesai. Benar juga kata mbak Arina anak kos di rumah papi. Aku hanya merasa pening pada kepala, mual lambung dan sedikit keram pada kedua pangkal paha. Vaginaku tak berasa nyeri sedikit pun. Tak senyeri kali pertama Bayu memasuk paksakan batang kelaminnya padaku. Kumiringkan tubuh, berusaha bangkit. Menebus obat pereda nyeri dan beberapa vitamin di bagian resep, lalu melangkah meninggalkan klinik. Begitu saja.

Klinik ini hanya berjarak sekian meter dari pemakaman umum. Tempat di mana Bayu, suamiku itu dimakamkan. Kami menikah siri. Beberapa hari setelah kudapati diriku mengandung. Lalu kusadari penuh betapa aku tidak mencintai suamiku. Pun janin dalam kandunganku. Begitu saja. Namaku Ratna, hari ini, usiaku genap 19 tahun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s