Demi putri semata wayangnya, Lydia berhenti peduli pada omongan orang. Asal Arimbi bisa sekolah, makan cukup dan tidak berakhir seperti dirinya. Itu saja.  Kesendirian juga sudah berhenti mengusik pun menelisiknya. Asal Arimbi tetap berceloteh riang sepagian sebelum berangkat ke sekolah, lalu semalaman sebelum mereka kembali terlelap sembari berangkulan.

Demi putri semata wayangnya, sore ini Lydia setuju dipertemukan dengan om Baik Hati. Demikian Arimbi memanggilnya. Om yang rajin membawakan Arimbi penganan kecil dan sari buah tiap pulang sekolah. Lelaki itu berkumis lebat, bersenyum karamel, berjaket tebal. familiar. Pelanggan tetap,  seorang sado-masokis yang kerap memukuli dan minta dipukuli oleh PSK binaannya di Wisma Rindu. Wisma yang selama ini menghidupi dirinya dan putrinya.

Comments
  1. adit says:

    Duh, berdarah deh hati ini..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s