image

Aku perempuan yang jatuh cinta pada ide. Demikian tudingmu. Tidak dalam renyah tawamu yang biasa.
Ada kepahitan yang menyeruak tanpa permisi di sana. Melebihi pahit kopi yang kemudian kau seruput tanpa tergesa.

Sedari tadi tatapanmu terkunci pada pekat kopimu.
Pemandangan yang memilukan buatku. Melihatmu masih berharap dalam gelap yang terpekat.
Menungguku membantah tudinganmu barusan.

Aku tergila-gila pada ide pertemuan dan
Kebetulan-kebetulan yang hangat.
Tudingmu lagi.

Lagi kau menunggu bantahku.
Bantahan-bantahan yang biasanya disusul perdebatan panjang yang melemahkan.
Lalu maaf yang dijejal paksakan. Persetubuhan resolusi tanpa cumbu. Dan hari esok yang seolah baru.

Kali ini aku tak membantah.
Aku bahkan tak bersuara.
Aku memang telah jatuh cinta pada ide. Pada pertemuan dan kebetulan-kebetulan yang hangat.
Tapi bukan padanya. Bukan dia. Tapi kau…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s